Pendampingan Peningkatan Kemampuan dalam Penanganan Kekerasan Di lingkungan Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Surakarta Tahun 2025

  • Bidang SD
  • Disukai 0
  • Dibaca 327 Kali
Pendampingan Peningkatan Kemampuan dalam Penanganan Kekerasan Di lingkungan Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Surakarta Tahun 2025

Surakarta, 23 April 2025 — Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Peningkatan Kemampuan Penanganan Kekerasan selama dua hari, pada 22–23 April 2025. Untuk hari pertama tanggal 22 April 2025 satuan Pendidikan di kecamatan Jebres, Pasarkliwon, Serengan. Dan untuk hari kedua tanggal 23 April 2025 satuan Pendidikan di kecamatan Banjarsari dan Laweyan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abdul Haris Alamsyah, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran seluruh elemen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.


Sebagai narasumber utama, hadir Renni Purwaningsih, S.Psi, Fasilitator Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) Kota Surakarta sekaligus Guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 3 Kota Surakarta. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan materi terkait jenis-jenis kekerasan di sekolah, pendekatan pencegahan, mekanisme pelaporan, serta langkah-langkah responsif yang harus dilakukan jika terjadi kekerasan.

egiatan ini dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan simulasi yang melibatkan para guru atau tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan dasar di Kota Surakarta. Para peserta juga diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan kendala dalam menangani kasus kekerasan di sekolah masing-masing.


Setelah dua hari penuh pembekalan dan pendampingan, kegiatan ini ditutup oleh Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah.

Dengan kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah, sejalan dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak dan inklusif.